Madrasah

Yayasan Al-Falah Krui Gelar Lokakarya Inovatif: Kurikulum Berbasis Cinta, Pembelajaran Mendalam, dan AI

Administrator
16-09-2025
52 kali dilihat
Yayasan Al-Falah Krui Gelar Lokakarya Inovatif: Kurikulum Berbasis Cinta, Pembelajaran Mendalam, dan AI
00:04 WIB
52 views

Krui, 16 September 2025 – Aula Yayasan Pondok Pesantren Al Falah Krui hari ini menjadi saksi semangat baru dalam dunia pendidikan madrasah. Sebanyak 32 guru dari tujuh madrasah di Pesisir Barat berkumpul dalam lokakarya bertema “Kurikulum Berbasis Cinta, Pembelajaran Mendalam, dan Penyusunan RPP/Modul Ajar Berbasis AI.” Suasana penuh antusiasme tampak sejak awal acara, ketika para peserta menyadari bahwa mereka sedang berada di garda depan transformasi pendidikan.

Lokakarya ini menghadirkan dua narasumber berkompeten, Slamet, S.Pd., M.M., M.Pd., Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Barat, dan Elyanti Kenamon, S.Pd., M.Pd.I. Keduanya memandu guru-guru peserta menuju pemahaman baru tentang bagaimana kurikulum dan pembelajaran bisa benar-benar hidup di kelas.

Dalam materinya, Slamet menekankan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bukan sekadar jargon, melainkan fondasi penting bagi madrasah untuk membentuk insan yang penuh kasih sayang, toleran, cinta ilmu, cinta lingkungan, serta cinta tanah air. “Madrasah harus menjadi rumah penuh cinta, tempat murid merasa aman, dihargai, dan dimanusiakan,” tegasnya.
Sementara itu, Elyanti Kenamon mengupas tuntas konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Ia menekankan pentingnya menghadirkan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, sehingga murid bukan hanya menghafal, melainkan mampu mengaitkan pengetahuan dengan kehidupan nyata, berpikir kritis, serta merefleksikan pengalaman belajar. “Murid kita harus dibekali keterampilan hidup, bukan hanya keterampilan ujian,” ujarnya penuh semangat.

Bagian yang paling ditunggu peserta adalah sesi penyusunan RPP dan Modul Ajar berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dipandu langsung oleh Slamet. Dalam sesi ini, Slamet memperkenalkan berbagai aplikasi AI yang bisa membantu guru menyusun perangkat ajar secara lebih efisien dan kreatif. Ia menunjukkan bagaimana AI dapat menjadi mitra guru dalam merancang kegiatan belajar yang kontekstual, menyiapkan asesmen formatif, hingga membuat variasi media pembelajaran. “AI bukan pengganti guru, tetapi alat bantu yang memperkaya karya guru,” ungkap Slamet.

Para peserta tampak aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, hingga mencoba langsung menyusun rancangan RPP yang memadukan KBC, pembelajaran mendalam, dan teknologi digital. “Kami merasa mendapatkan bekal yang nyata untuk diterapkan di kelas. Ada optimisme baru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan dan humanis,” ungkap salah seorang guru peserta.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Pondok Pesantren Al Falah Krui menegaskan komitmennya untuk menjadikan madrasah sebagai pusat inovasi pendidikan. Kurikulum berbasis cinta, pembelajaran mendalam, dan AI bukan hanya konsep, melainkan jalan menuju madrasah yang ramah, inklusif, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Bagikan artikel ini

Bantu sebarkan informasi bermanfaat ini

Komentar (0)

Bagikan pendapat Anda tentang artikel ini

Tulis Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan komentar untuk artikel ini.